Breaking News
light_mode
Beranda » KALBAR » Produktivitas Padi Naik Lebih dari Dua Kali Lipat, Petani Sambas Buktikan Efektivitas Teknologi Modern

Produktivitas Padi Naik Lebih dari Dua Kali Lipat, Petani Sambas Buktikan Efektivitas Teknologi Modern

  • account_circle Ainu
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Upaya meningkatkan produksi pangan nasional mendapat dorongan dari inovasi petani di daerah. Kelompok Tani Dare Nandung, Desa Semparuk, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga 8,15 ton per hektare melalui penerapan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).

Capaian tersebut terlihat dalam panen perdana yang digelar Selasa (18/8/2026). Hasil panen ini menjadi perhatian karena sebelumnya produktivitas lahan yang dikelola kelompok tani tersebut hanya berada di kisaran tiga ton per hektare.

Ketua Kelompok Tani Dare Nandung, Sukiman, mengatakan peningkatan hasil tersebut diperoleh setelah kelompoknya menerapkan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) sebagai bagian dari metode PM-AAS.

Sistem tersebut mulai diterapkan sejak 18 Mei 2026. Setelah sekitar tiga bulan masa pertumbuhan, tanaman padi memasuki masa panen dengan hasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

“Selama kurang lebih 30 tahun bertani padi, model PM-AAS inilah yang saya dan anggota Poktan Dare Nandung rasakan lebih mudah dan efisien,” ujar Sukiman.

Menurut Sukiman, penerapan teknologi tersebut tidak hanya berdampak terhadap hasil panen, tetapi juga membantu menekan biaya produksi. Petani dapat menghemat sekitar Rp3 juta per hektare karena proses penanaman dilakukan langsung tanpa melalui tahap persemaian.

Namun, penerapan Tabela pada awalnya sempat membuat sejumlah petani ragu. Kekhawatiran muncul karena benih yang langsung ditanam di lahan dikhawatirkan mengapung, dimakan burung, atau tidak tumbuh dengan baik.

Keraguan tersebut mulai hilang setelah tanaman menunjukkan pertumbuhan yang baik.

“Awalnya pada 18 Mei kami coba Tanam Benih Langsung atau Tabela. Semua anggota Poktan khawatir, apakah benihnya nanti mengapung, dimakan burung atau lainnya. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit mulai tumbuh dan akhirnya bisa dipanen,” katanya.

Sambas Dapat Alokasi 6.000 Hektare

Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Barat, Anjar Suprapto, mengatakan penerapan PM-AAS di Kalimantan Barat memiliki sasaran sekitar 15 ribu hektare.

Dari total tersebut, Kabupaten Sambas mendapatkan alokasi sekitar 6.000 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah.

Di Kecamatan Semparuk, penerapan program dilakukan pada lahan seluas 30 hektare. Selain itu, terdapat 20 hektare di Serindang, 20 hektare di Gersik, 30 hektare di Surabaya, serta kawasan Tebas Sungai Kelambu.

Program tersebut secara bertahap diarahkan untuk meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai 10 ton per hektare.

Target tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat produktivitas padi di Kalimantan Barat saat ini rata-rata masih sekitar dua hingga tiga ton per hektare. Sementara produktivitas di Kabupaten Sambas berada di kisaran tiga hingga empat ton per hektare.

“Alhamdulillah hasil ubinan ini kami mencatat menghasilkan 8,15 ton per hektare. Saat ini di lahan Semparuk juga masih ada tanaman yang hijau atau belum siap panen,” jelas Anjar.

Dorong Sambas Jadi Sentra Produksi

Keberhasilan Kelompok Tani Dare Nandung mendapat apresiasi dari Bupati Sambas H Satono. Ia menilai inovasi tersebut menunjukkan bahwa teknologi pertanian modern dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menekan biaya produksi.

Satono juga mengapresiasi keberanian Sukiman dan anggota kelompok tani dalam mencoba metode baru yang sebelumnya belum familiar bagi sebagian petani.

“Saya mengapresiasi Pak Sukiman. Patut mendapatkan award karena telah melakukan inovasi di bidang pertanian, termasuk penerapan sistem irigasi,” kata Satono.

Sukiman berharap dukungan pemerintah terhadap petani terus diperkuat, terutama melalui pembangunan sistem irigasi yang terintegrasi.

Selama ini, sebagian lahan pertanian masih mengandalkan air sungai yang dipengaruhi kondisi pasang surut. Sistem pengairan yang lebih baik dinilai penting agar produktivitas dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Selain irigasi, petani juga berharap adanya dukungan fasilitas pascapanen, seperti mesin penggiling padi premium dan color sorter. Fasilitas tersebut dinilai dapat meningkatkan kualitas beras sehingga produk pertanian Sambas memiliki daya saing lebih tinggi, termasuk peluang menembus pasar Malaysia.

Panen perdana tersebut turut dihadiri Bupati Sambas H Satono, Wakil Bupati Sambas H Heroaldi, Ketua Komisi II DPRD Kalbar H Subhan Nur, Ketua DPRD Kabupaten Sambas H Abu Bakar, Ketua TP PKK Kabupaten Sambas Hj Yunisa, jajaran Kementerian Pertanian RI, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, BRMP Kalimantan Barat, Forkopimcam Semparuk, serta kelompok tani se-Kecamatan Semparuk.

Capaian 8,15 ton per hektare dari lahan Kelompok Tani Dare Nandung menjadi gambaran bahwa modernisasi pertanian tidak hanya berbicara soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana petani dapat menghasilkan lebih banyak dengan biaya yang lebih efisien.

Jika konsisten dikembangkan, model tersebut berpotensi menjadi salah satu upaya memperkuat produksi pangan dan mendukung ketahanan pangan dari tingkat daerah hingga nasional.

  • Penulis: Ainu
expand_less