PLB Temajuk Diaktifkan, Ekonomi Perbatasan Kalbar-Sarawak Bersiap Naik Kelas
- account_circle Ainu
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengapresiasi penyelenggaraan UMKM Expo dan Festival Bubur Pedas yang digelar di Lapangan Sepak Bola Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Krisantus usai melaksanakan Soft Launching Reaktivasi Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk dalam rangkaian kunjungan kerjanya di kawasan perbatasan Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Krisantus mengatakan Kalimantan Barat memiliki beragam produk unggulan yang lahir dari kreativitas, keterampilan, dan kerja keras masyarakat, mulai dari produk pangan olahan, hasil pertanian dan perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga berbagai produk kreatif dan khas daerah.
Menurutnya, potensi tersebut harus terus didorong agar mampu berkembang menjadi produk yang memiliki daya saing dan menembus pasar yang lebih luas.
“Kita menyadari, produk yang baik harus bertemu dengan pasar yang baik. Karena itu, tantangan UMKM kita ke depan bukan hanya bagaimana menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas, kemasan, branding, kontinuitas produksi, legalitas, sertifikasi, pemasaran, dan akses pasar. Dan hari ini, kita mencoba membuka salah satu pintu tersebut,” ujar Krisantus.
Ia menilai keberadaan Temajuk yang berbatasan langsung dengan Malaysia, khususnya kawasan Teluk Melano di Sarawak, menjadi peluang strategis untuk memperluas pasar produk-produk UMKM Kalimantan Barat.
Sebaliknya, kata Krisantus, pelaku usaha dari Sarawak juga memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai produk unggulan masyarakat Kalimantan Barat.
Karena itu, ia mendorong para pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun jejaring, memperkenalkan produk, memahami kebutuhan pasar, mencari mitra, meningkatkan kualitas, memanfaatkan teknologi digital, serta berani naik kelas dan melihat peluang pasar yang lebih luas.
“Saya berharap interaksi yang terbangun hari ini tidak berhenti ketika Expo selesai. Tetapi muncul kemitraan jangka panjang, kerja sama pemasaran, kerja sama distribusi, business matching, bahkan kerja sama investasi dan pengembangan produk. Dengan demikian, Expo ini dapat menjadi bagian dari upaya kita membangun ekosistem ekonomi perbatasan yang saling menguntungkan antara Kalimantan Barat dan Sarawak,” harapnya.
Krisantus menambahkan, penguatan UMKM dan ekonomi kawasan perbatasan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, perbankan, BUMN dan BUMD, perguruan tinggi, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Ketika UMKM berkembang, produksi meningkat, perdagangan bergerak, lapangan kerja terbuka, maka yang tumbuh bukan hanya usaha perorangan, tetapi juga ekonomi masyarakat dan kesejahteraan daerah,” tuturnya.
Ia optimistis kawasan perbatasan memiliki masa depan ekonomi yang besar. Dengan konektivitas yang semakin baik, dukungan kebijakan, kerja sama Indonesia-Malaysia, serta kreativitas masyarakat, kawasan perbatasan dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Saya percaya bahwa kawasan perbatasan memiliki masa depan ekonomi yang sangat besar. Dengan konektivitas yang semakin baik, dukungan kebijakan, kerja sama Indonesia-Malaysia serta kreativitas masyarakat, kita dapat menjadikan kawasan perbatasan sebagai beranda ekonomi yang tumbuh, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Selain UMKM Expo, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Festival Bubur Paddas yang diikuti oleh Tim Penggerak PKK dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sambas.
Krisantus menyebut bubur pedas merupakan salah satu kuliner yang sangat identik dengan masyarakat Sambas dan telah menjadi bagian dari kekayaan budaya serta identitas daerah.
“Yang saya tahu, Kabupaten yang punya kuliner dan punya hak paten yang tidak bisa dipalsukan adalah Kabupaten Sambas. Jadi kalau kita makan bubur pedas misalnya di Sanggau, kita tahu itu bukan orang Sambas yang bikin. Saya yakin berbeda dengan bubur paddas yang sebentar lagi kita sajikan,” ujarnya disambut antusias hadirin.
Menurutnya, kekhasan bubur paddas Sambas semakin kuat karena telah mendapatkan perlindungan kekayaan intelektual.
“Jadi sangat ikonik dan puji syukur sudah masuk ke dalam hak kekayaan intelektual. Saya ucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sambas,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Krisantus juga memberikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Sambas dan seluruh TP PKK kecamatan yang dinilainya mampu menunjukkan kekompakan dan semangat kebersamaan dalam menyukseskan kegiatan.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut menjadi kekuatan baru dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, serta penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Sambas, khususnya di kawasan perbatasan Temajuk.
“Tentu ini membuka babak baru bagi seluruh masyarakat di Temajuk secara khusus dan Kabupaten Sambas secara umum,” pungkas Krisantus.
- Penulis: Ainu
