Breaking News
light_mode
Beranda » KALBAR » Tinjau Pusat Rehabilitasi YIARI di Ketapang, Ria Norsan Dorong Kolaborasi Jaga Orangutan Kalbar

Tinjau Pusat Rehabilitasi YIARI di Ketapang, Ria Norsan Dorong Kolaborasi Jaga Orangutan Kalbar

  • account_circle Riski
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Seputar Kalbar (KETAPANG) – Upaya menjaga keberlangsungan orangutan di Kalimantan Barat mendapat perhatian Gubernur Kalbar Ria Norsan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ketapang, Selasa (22/9/2026).

Di sela agenda penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Ria Norsan menyempatkan diri mendatangi pusat rehabilitasi orangutan yang dikelola Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Ketapang.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Gubernur untuk melihat secara langsung proses rehabilitasi satwa yang berada dalam penanganan YIARI, sekaligus berdiskusi mengenai tantangan perlindungan orangutan dan habitatnya di Kalimantan Barat.

Dalam pertemuan bersama jajaran YIARI yang dipimpin Direktur Program YIARI Karmele Llano Sanchez, sejumlah persoalan konservasi dibahas, mulai dari penanganan orangutan yang terlantar hingga upaya mempersiapkan satwa untuk kembali ke habitat alaminya.

Ria Norsan kemudian meninjau sejumlah fasilitas di kawasan rehabilitasi, termasuk area karantina dan hutan pelatihan orangutan. Selama berada di kawasan tersebut, ia mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan yang diterapkan pengelola, termasuk menggunakan masker.

Menurut Ria Norsan, keberadaan pusat rehabilitasi seperti YIARI memiliki peran penting dalam upaya penyelamatan orangutan, terutama satwa yang sebelumnya terlantar maupun menjadi korban perburuan dan perdagangan ilegal.

“Saya kira pusat rehabilitasi YIARI di Ketapang memiliki peran krusial dalam merawat dan mempersiapkan orangutan yang terlantar atau menjadi korban perburuan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya,” ujar Ria Norsan.

Ia menegaskan, pelestarian orangutan tidak cukup hanya mengandalkan satu lembaga. Perlindungan satwa dan habitatnya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi konservasi, dunia usaha hingga masyarakat.

“Kolaborasi ini penting untuk menjaga kelestarian orangutan sekaligus melindungi habitatnya. Saya berharap kunjungan ini dapat memberikan dorongan dan semangat bagi seluruh pihak yang selama ini berkomitmen dalam upaya pelestarian satwa ikonik Kalimantan ini,” katanya.

Ria Norsan juga menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap langkah-langkah konservasi yang sejalan dengan upaya menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati di Kalimantan Barat.

Kunjungan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap keberadaan orangutan di wilayah Kalbar. Sebelumnya, BKSDA Kalbar bersama YIARI juga melakukan penyelamatan orangutan yang terdampak karhutla di Ketapang.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan lembaga konservasi, upaya penyelamatan satwa diharapkan tidak berhenti pada proses rehabilitasi, tetapi juga mencakup perlindungan habitat agar orangutan dapat kembali hidup di alam secara aman.

  • Penulis: Riski
expand_less