Lewat Swadaya, Warga Sarang Burung Danau Berupaya Atasi Jalan Rusak
- account_circle Ainu
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Di tengah kondisi jalan yang semakin memprihatinkan, warga Desa Sarang Burung Danau, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, memilih melakukan penanganan secara swadaya.
Mereka menimbun sejumlah bagian jalan yang rusak menggunakan material batu kong agar akses tersebut masih bisa dilalui masyarakat.
Upaya gotong royong ini menjadi bentuk kepedulian warga terhadap kondisi infrastruktur di lingkungan mereka. Kerusakan jalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius mendorong masyarakat mengambil langkah sementara sembari menantikan penanganan dari pemerintah daerah.
Bagi warga, jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Selain digunakan untuk mobilitas masyarakat, akses jalan juga dibutuhkan untuk mendukung kegiatan ekonomi, termasuk mengangkut hasil pertanian dan memenuhi berbagai kebutuhan warga.
Namun, kondisi jalan yang rusak dikhawatirkan semakin menghambat aktivitas masyarakat apabila tidak segera ditangani. Penimbunan secara swadaya pun diharapkan dapat membantu memperbaiki permukaan jalan untuk sementara waktu.
Kepala Desa Sarang Burung Danau, Halimras, meminta Pemerintah Kabupaten Sambas memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan di wilayahnya.
Ia berharap pemerintah dapat melihat langsung kerusakan yang terjadi dan mengupayakan perbaikan sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, penanganan secara swadaya yang dilakukan warga merupakan langkah sementara. Perbaikan yang lebih menyeluruh tetap diperlukan agar masyarakat dapat menggunakan jalan dengan lebih aman dan nyaman.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan ini. Masyarakat sudah berupaya melakukan penimbunan secara swadaya, tetapi tentu diperlukan penanganan lebih lanjut agar kerusakan tidak terus berlarut-larut,” ujar Halimras.
Sementara itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Sambas segera melakukan peninjauan dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut.
Mereka menginginkan adanya solusi yang berkelanjutan, bukan sekadar penanganan sementara yang sewaktu-waktu dapat kembali rusak.
Masyarakat menilai infrastruktur jalan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kelancaran transportasi, akses pelayanan, serta pertumbuhan ekonomi desa.
Dengan semangat gotong royong yang mereka tunjukkan mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga perbaikan jalan dapat segera direalisasikan demi menunjang aktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
- Penulis: Ainu

