ABK KM Eka Prima Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Jungkat, Basarnas Tutup Operasi SAR
- account_circle Reza
- calendar_month 24 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (KUBURAYA) – Operasi pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) KM Eka Prima yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan oleh nelayan di sekitar perairan Jungkat pada Sabtu pagi (10/10/2026) dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Dicka Wahyudi (21), yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut saat kapal bertolak dari Pelabuhan Kakap untuk melaut pada Rabu malam (7/10/2026).
Peristiwa tersebut mulai diketahui ketika kru kapal menyadari korban tidak lagi berada di atas kapal sekitar pukul 21.50 WIB. Setelah melakukan pencarian secara mandiri tanpa membuahkan hasil, kejadian itu kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pontianak pada Kamis (8/10/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Pontianak mengerahkan satu tim rescue untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Pencarian dilakukan bersama tim SAR gabungan dengan melibatkan unsur terkait serta berkoordinasi dengan nelayan setempat.
Memasuki hari ketiga operasi, Sabtu (10/10/2026), tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran di permukaan perairan dengan cakupan area sekitar 56 mil laut persegi atau nautical mile square (NM²). Penyisiran dilakukan secara sistematis menggunakan pola pencarian terencana dengan jarak antarjalur sekitar satu mil laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Budiono, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pelaksanaan pencarian mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari titik terakhir korban dilaporkan hilang hingga kondisi perairan.
Dalam draf pernyataan yang perlu dikonfirmasi kepada pihak Basarnas, penjelasan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:
“Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan informasi di lapangan, kondisi cuaca, arah angin, serta arus perairan. Koordinasi dengan unsur SAR gabungan dan nelayan setempat juga menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pencarian korban,” demikian draf kutipan yang menunggu konfirmasi dari pihak Basarnas Pontianak.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada pukul 06.56 WIB. Tim SAR gabungan menerima hasil penemuan dan mengevakuasi korban di sekitar perairan Jungkat, dengan jarak sekitar 9,16 mil laut dari lokasi kejadian.
Korban selanjutnya dibawa menuju Pos TNI AL Sungai Kakap untuk diserahkan kepada pihak agen kapal.
Dengan ditemukannya korban, Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian kemudian diarahkan kembali ke satuan masing-masing.
Penemuan tersebut mengakhiri upaya pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari sejak laporan kehilangan diterima Basarnas Pontianak. Pihak terkait diharapkan dapat melanjutkan proses penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
- Penulis: Reza

