Breaking News
light_mode
Beranda » KALBAR » Buah Langsat Banjir Tapi Harga Anjlok Hingga Tak Bernilai

Buah Langsat Banjir Tapi Harga Anjlok Hingga Tak Bernilai

  • account_circle Ainu
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Di bawah rindangnya pohon langsat kampung yang tumbuh subur di Dusun Sawah, Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, Lambertus (55) hanya bisa memandangi buah-buah yang berserakan di tanah. Buah yang biasanya menjadi sumber harapan itu, tahun ini justru menyisakan kesedihan.

Lambertus mengatakan, sekitar 20 batang pohon langsat miliknya berbuah lebat. Ranting-ranting pohon dipenuhi buah berwarna kuning pucat yang matang hampir bersamaan. Namun, panen yang melimpah tersebut tidak diiringi dengan adanya pembeli.

“Buahnya banyak sekali. Kalau dihitung, mungkin bisa sampai satu ton,” ungkap Lambertus.

Ia menjelaskan, banjirnya buah langsat di wilayah tersebut membuat harga jatuh hingga tidak bernilai. Pasar sepi dan pembeli tidak datang. Upaya menjual hasil panen pun tidak membuahkan hasil karena tidak ada yang berminat.

Sebagian buah langsat hanya dikonsumsi sendiri, sementara sisanya dibiarkan gugur dan membusuk di tanah.

Ia menambahkan, pada tahun lalu buah langsat masih memiliki harga jual. Saat itu, satu kilogram langsat bisa laku sekitar Rp10 ribu dan hasil penjualannya cukup membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Sekarang sudah tidak ada harganya sama sekali. Sedih rasanya melihat hasil alam seperti ini,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dialaminya seorang diri. Warga lain di Desa Sanatab juga merasakan hal yang sama. Pohon langsat milik warga berbuah serentak, namun tidak diimbangi dengan akses pasar dan pembeli.

Ia berharap, ke depan ada perhatian dan pembeli yang bisa menampung hasil panen warga, agar hasil kebun tidak kembali terbuang sia-sia.
“Kami berharap ke depan ada pembeli, supaya hasil kebun ini bisa kembali bernilai,” pungkasnya.

  • Penulis: Ainu
expand_less