Rumah Warga yang Terbakar akibat Karhutla Diusulkan Dapat Bantuan BSPS
- account_circle Reza
- calendar_month 19 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (PONTIANAK) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengusulkan adanya dukungan pembangunan kembali rumah warga yang mengalami kerusakan atau terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Usulan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dalam Rapat Koordinasi Akselerasi Percepatan Pembangunan Perumahan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Jumat (18/9/2026).
Ria Norsan meminta agar rumah warga yang terdampak karhutla dapat dipertimbangkan untuk memperoleh bantuan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kembali memiliki hunian yang layak setelah terdampak bencana.
“Jika memungkinkan, saya berharap rumah-rumah warga yang terdampak dan terbakar akibat karhutla dapat dibantu melalui program BSPS, sehingga masyarakat dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar Ria Norsan.
Dalam rakor tersebut, persoalan karhutla juga disebut berdampak terhadap pelaksanaan pembangunan perumahan di Kalimantan Barat. Gangguan pada jalur distribusi membuat pengiriman material bangunan yang sebelumnya dapat memanfaatkan jalur sungai harus dialihkan melalui jalur darat.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan kondisi geografis dan bencana menjadi salah satu tantangan dalam percepatan pembangunan rumah di Kalbar. Meski demikian, pemerintah pusat tetap mendorong agar program perumahan dapat berjalan sesuai sasaran.
Berdasarkan data yang disampaikan Maruarar, jumlah program rumah di Kalimantan Barat pada 2026 mencapai 17.950 unit, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 3.096 unit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.825 unit telah menyelesaikan proses pencairan dana. Secara nasional, pembangunan fisik yang telah mencapai 100 persen tercatat sebanyak 1.408 unit atau sekitar 7,84 persen.
Sementara itu, Ria Norsan menyampaikan bahwa penanganan karhutla di Kalimantan Barat terus dilakukan bersama berbagai pihak. Ia menyebut kondisi titik api mulai berangsur berkurang seiring membaiknya cuaca.
Menurutnya, selain penanganan kebakaran, perhatian terhadap masyarakat yang terdampak juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Pemprov Kalbar juga telah memberikan sejumlah kemudahan di sektor perumahan, di antaranya penggratisan biaya balik nama serta pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat dan pengembang sesuai ketentuan yang berlaku.
Gubernur berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat pemulihan masyarakat sekaligus mendorong realisasi pembangunan rumah di Kalimantan Barat.
- Penulis: Reza


