Breaking News
light_mode
Beranda » KALBAR » Satgas Pamtas Gagalkan Penyelundupan 55,297 Kg Sabu di Perbatasan Sambas

Satgas Pamtas Gagalkan Penyelundupan 55,297 Kg Sabu di Perbatasan Sambas

  • account_circle Alfarizi
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Komando Tugas Gabungan Pengamanan Perbatasan Wilayah Darat (Kogasgabpamtaswil Darat) XII/Tpr berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat total 55,297 kilogram di wilayah perbatasan Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

Pengungkapan ini merupakan hasil kerja personel Satgas Pamtas RI–Malaysia sektor barat dari Batalyon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad bersama Tim Gabungan Satgas Intel. Operasi berlangsung di Dusun Sawah, Desa Senatab, pada Kamis dini hari (12/3/2026).

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut bermula dari kecurigaan personel patroli Pos Sungai Tengah terhadap sebuah kendaraan yang melintas sekitar pukul 01.45 WIB.
Saat hendak dihentikan, kendaraan tersebut justru melaju kencang dan mencoba melarikan diri.

“Personel sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara, namun pelaku tetap melaju ke arah Tanjung. Dalam pengejaran, Orang Tak Dikenal (OTK) di dalam mobil membuang sejumlah barang ke pinggir jalan,” ujarnya.

Petugas kemudian melakukan penyisiran di sepanjang jalur pelarian. Hasilnya, pada pukul 03.25 WIB ditemukan sebanyak 51 paket sabu dengan berat mencapai 54,234 kilogram.

Penyisiran lanjutan oleh Tim Intel Gabungan pada pukul 08.00 WIB kembali menemukan satu paket tambahan seberat 1,063 kilogram.

“Total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 52 paket dengan berat keseluruhan 55,297 kilogram,” jelas Pangdam.

Meski barang bukti berhasil diamankan, hingga saat ini pelaku masih belum tertangkap. Seluruh sabu tersebut rencananya akan diserahkan ke Pomdam XII/Tpr untuk diamankan sementara sebelum dimusnahkan.

“Karena pelakunya tidak tertangkap, hanya barang buktinya yang kita peroleh. Nanti akan kita himpun dan dilaksanakan pemusnahan dengan mengundang BNN serta instansi terkait lainnya,” tambahnya.

Mayjen TNI Novi menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aktivitas ilegal di wilayah perbatasan. Ia juga telah menginstruksikan seluruh jajaran Satgas Pamtas untuk meningkatkan pengawasan, terutama di titik-titik rawan penyelundupan.

Koordinasi lintas instansi terus diperkuat, termasuk dengan Kepolisian dan Bea Cukai, guna mengoptimalkan pertukaran informasi serta pelaksanaan operasi gabungan.

Selain itu, pendekatan kepada masyarakat perbatasan juga ditingkatkan agar warga dapat berperan aktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan.

Di akhir pernyataannya, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada prajurit Batalyon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad dan Tim Satgas Intel atas keberhasilan tersebut, sekaligus mengingatkan seluruh personel agar tetap waspada.

“Jangan lengah, waspadai segala bentuk kegiatan ilegal, mulai dari illegal entry, illegal trading, logging, mining, senjata api, hingga penyelundupan satwa dan narkoba. Bekerjalah dengan hati dan selalu berdoa demi keberhasilan tugas kita menjaga kedaulatan bangsa,” pungkasnya.

  • Penulis: Alfarizi
expand_less