Breaking News
light_mode
Beranda » KALBAR » Wagub Krisantus Ajak Perkuat Harmoni serta Toleransi Saat Hadiri Perayaan Imlek PSMTI dan Hakka Kalbar

Wagub Krisantus Ajak Perkuat Harmoni serta Toleransi Saat Hadiri Perayaan Imlek PSMTI dan Hakka Kalbar

  • account_circle Alfarizi
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Seputar Kalbar (PONTIANAK) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menghadiri dua perayaan Imlek 2577 Kongzili bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Pendopo Gubernur Kalbar serta perayaan Imlek 2577 Kongzili bersama masyarakat Hakka Kalimantan Barat di Rumah Hakka (Tulou), Jalan Hakka No. 2, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (25/2/2026).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada seluruh masyarakat Tionghoa, khususnya keluarga besar Hakka. Gong Xi Fa Cai, Xin Nian Kuai Le. Saya ingin kita semua mencintai Kalimantan Barat dan menumbuhkan rasa memiliki yang tinggi terhadap provinsi ini. Mari kita jaga keberagaman yang ada di Kalimantan Barat,” ajak Krisantus.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Krisantus berharap Kalimantan Barat dapat terus menjadi provinsi yang aman, tenteram, harmonis, dan toleran. Ia menegaskan bahwa Kalbar memiliki beragam suku yang telah hidup berdampingan secara rukun selama ini.

“Saya tidak bosan-bosan mengingatkan karena saya ingin Kalimantan Barat ini aman, tenteram, harmonis, dan toleran,” tegasnya.

Selanjutnya, Krisantus berharap seluruh masyarakat Kalimantan Barat, khususnya masyarakat Tionghoa, dapat berlari kencang seperti langkah kaki sang kuda dan bersinar terang seperti api dalam menyongsong tahun yang baru.

“Saya berdoa kepada Tuhan, kepada Allah SWT, agar saudara-saudara Tionghoa kita diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Cendekia Tionghoa Indonesia (ICTI) Kalimantan Barat, Andy Kurniawan Bong, menjelaskan bahwa Perayaan Imlek Bersama 2577 Kongzili PSMTI merupakan bagian dari rangkaian Festival Cap Go Meh di Kota Pontianak sebagai pembukaan yang diselenggarakan oleh Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) bersama Pemerintah Kota Pontianak. Selain di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, acara kesenian tersebut juga digelar di Rumah Hakka (Tulou) di Kabupaten Kubu Raya pada hari yang sama.

“ICTI menampilkan musik tradisional Tionghoa pada pembukaan acara malam ini untuk turut memeriahkan suasana perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kota Pontianak,” tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) merupakan organisasi kemasyarakatan suku Tionghoa Warga Negara Indonesia (WNI) berskala nasional yang didirikan pada 28 September 1998. Bersifat sosial, budaya, dan kemasyarakatan, PSMTI berfungsi sebagai wadah komunikasi serta penyalur aspirasi warga Tionghoa dalam membangun Indonesia, dan telah tersebar di lebih dari 31 provinsi serta 300 kota/kabupaten.

Adapun Hakka (客家, harfiah: “keluarga pendatang/tamu”) merupakan salah satu sub-etnis Tionghoa Han terbesar yang berasal dari Tiongkok Utara dan bermigrasi secara bertahap ke Tiongkok Selatan. Kini komunitas Hakka tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, seperti di Kalimantan Barat dan Bangka Belitung. Mereka dikenal sebagai kelompok yang ulet dan gigih, dengan bahasa serta budaya yang khas, termasuk kuliner dan arsitektur rumah bundar (Tulou).

  • Penulis: Alfarizi
expand_less