Pelajar Jadi Sasaran, Sosialisasi “Kenali, Tolak, dan Cegah Radikalisme” Digelar di Pemangkat
- account_circle Ainu
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan pelajar terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi bertema “Kenali, Tolak, dan Cegah Radikalisme di Kabupaten Sambas” yang digelar di Aula SMK Negeri 1 Pemangkat, Senin (12/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB tersebut diikuti sekitar 150 pelajar SMK Negeri 1 Pemangkat. Sosialisasi ini melibatkan sejumlah elemen, di antaranya Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS), Yayasan Borneo Bela Negara, serta perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP).
Ketua Panitia kegiatan, Agim, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 telah ditemukan sejumlah kasus pelajar yang terpapar paham menyimpang dari nilai-nilai Pancasila. Bahkan, beberapa kasus paham Neo-Nazi yang melibatkan pelajar tercatat terjadi di wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat.
“Era media sosial menjadi tantangan tersendiri. Ada ajakan dan propaganda yang menyasar pelajar melalui platform digital. Karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu membekali siswa agar bijak bermedia sosial dan tidak mudah terpengaruh,” jelasnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Borneo Bela Negara, Rony Ramadhan Putra, dalam pemaparannya menegaskan bahwa sikap intoleransi merupakan pintu masuk terjadinya kekerasan.
Menurutnya, radikalisme berawal dari ketidakmauan menerima perbedaan, yang kemudian berkembang menjadi ekstremisme dan berpotensi mengarah pada terorisme.
“Radikalisme dan paham Neo-Nazi merupakan ancaman serius. Jika tidak dicegah sejak dini, dampaknya bisa sangat luas dan berkelanjutan, terutama di kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pelajar menjadi salah satu target utama penyebaran paham tersebut, khususnya mereka yang rentan secara psikologis, seperti korban perundungan. Faktor pencarian identitas, perlindungan, dan pengakuan kerap dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk mempengaruhi siswa.
Ketua Umum Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS), Azwar Abu Bakar, turut mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menolak paham radikalisme dan Neo-Nazi, serta tidak mudah percaya terhadap informasi hoaks yang belum jelas kebenarannya.
Selain pemaparan materi, peserta juga diberikan pemahaman tentang cara menangkal radikalisme, antara lain melalui peningkatan literasi media, akses pendidikan, serta membuka ruang dialog dan komunikasi yang sehat.
Diketahui, kegiatan sosialisasi ini dihadiri Kepala SMK Negeri 1 Pemangkat, Ketua Yayasan Borneo Bela Negara, pengurus dan anggota KMKS, perwakilan UMP, serta para pelajar.
- Penulis: Ainu