Kasat Pol PP Sambas Meninggal Dunia Saat Selamatkan Anak dari Arus Laut, Satu Korban Masih Dicari Tim SAR
- account_circle Ainu
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Sambas setelah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Sambas, Ilham Jamaludin, dilaporkan meninggal dunia usai terseret arus laut saat berusaha menyelamatkan anaknya yang hanyut di perairan Pantai JS Resort Temajuk, Kecamatan Paloh.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin, 16 Februari 2026, sekitar pukul 17.35 WIB. Hingga saat ini, anak korban yang bernama Hazil Abrar Alfaziri (20) masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Koordinator Pos SAR Sintete, Zulhijah, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat dua korban sedang mandi dan berenang di kawasan pantai tersebut. Namun, saat berada di laut, Hazil tiba-tiba terbawa arus yang cukup kuat.
Melihat anaknya hanyut terseret ombak, sang ayah langsung berupaya memberikan pertolongan. Namun nahas, keduanya justru ikut terseret arus hingga tenggelam.
“Korban ayah sempat mendapatkan pertolongan dari pihak keluarga dan langsung dievakuasi menuju Puskesmas Temajuk dalam kondisi tidak sadar,” ujar Zulhijah.
Sekitar pukul 18.00 WIB, Ilham Jamaludin dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Temajuk.
Sementara itu, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian terhadap Hazil Abrar Alfaziri di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga kini, korban belum berhasil ditemukan.
“Hingga saat ini kami masih melaksanakan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan,” tambahnya.
Dalam operasi pencarian tersebut, sejumlah unsur terlibat, antara lain Tim Rescue Pos SAR Sintete, BPBD Kabupaten Sambas, TNI AL, Polsek Paloh, Pamtas Temajuk, Puskesmas Temajuk, Potensi SAR Kabupaten Sambas, masyarakat setempat, keluarga korban dan sejumlah unsur lainnya.
Adapun peralatan yang digunakan dalam operasi pencarian meliputi satu unit R Car D-Max, satu unit rubber boat, peralatan evakuasi, peralatan medis, peralatan navigasi, peralatan selam, serta alat pelindung diri (APD).
Zulhijah menjelaskan proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan sinyal komunikasi di lokasi kejadian serta kondisi cuaca.
Berdasarkan laporan, angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 6 knots, jarak pandang mencapai 17,4 kilometer, dan arus laut bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 12,5 knots.
“Tim SAR gabungan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang, sekaligus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi arus laut sedang kuat,” tuturnya.
- Penulis: Ainu