Pembukaan Gawai Naik Dango XIX Sambas Berlangsung Meriah dan Kondusif
- account_circle Ainu
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Kegiatan Pembukaan Pekan Gawai Naik Dango ke-XIX Kabupaten Sambas Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh nuansa adat di Rumah Ramin Bantang Nek Riuh, Dusun Sungai Pinang, Desa Sungai Rambah, Kecamatan Sambas, Rabu (20/5/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.45 WIB hingga 12.30 WIB tersebut berjalan aman dan kondusif dengan pengamanan gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP.
Pembukaan kegiatan secara resmi dilakukan oleh Staf Ahli Bupati Sambas Bidang Pembangunan dan Perekonomian yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali. Pekan budaya tahunan masyarakat Dayak ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus momentum mempererat persatuan masyarakat lintas suku dan etnis di Kabupaten Sambas.
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, pengurus Dewan Adat Dayak (DAD), perwakilan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, anggota DPRD, perwakilan perusahaan perkebunan, serta masyarakat umum dengan jumlah kehadiran sekitar 500 orang.
Kapolres Sambas melalui Kabagren Polres Sambas turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan pengamanan rangkaian acara Gawai Naik Dango XIX.
Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Gawai Naik Dango XIX berlangsung sejak 19 hingga 24 Mei 2026. Selain menjadi agenda budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat Dayak serta mendukung pertumbuhan UMKM lokal. Hingga pelaksanaan pembukaan, panitia telah menerima dukungan dana sebesar Rp137 juta dari berbagai donatur dan pihak perusahaan.
Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sambas dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku dan budaya di Kabupaten Sambas. Ia mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan serta terus menjaga marwah adat Dayak sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Sementara itu, Korwil DAD Provinsi Kalimantan Barat untuk Kabupaten Sambas menyampaikan bahwa Gawai Dayak merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan harus terus dilestarikan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat hubungan antar masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan agama.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Sambas menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh adat, dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Pemerintah Kabupaten Sambas menilai Gawai Naik Dango bukan hanya milik masyarakat Dayak, melainkan ruang kebersamaan seluruh masyarakat Sambas dalam menjaga budaya, kerukunan, dan keharmonisan sosial.
“Gawai Naik Dango menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Sambas mampu hidup berdampingan secara damai dalam keberagaman budaya, agama, dan etnis,” ujarnya.
Pengamanan kegiatan melibatkan sebanyak 14 personel Polri, 3 personel TNI, dan 9 personel Satpol PP. Selama rangkaian pembukaan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Rangkaian kegiatan Gawai Naik Dango XIX masih akan berlangsung hingga 24 Mei 2026 dengan berbagai agenda budaya dan hiburan rakyat seperti lomba tari, lomba menumbuk padi, pemilihan bujang dara gawai, penampilan seni budaya Dayak, hingga hiburan musik rakyat yang akan diisi band lokal dan artis Dayak Kalimantan Barat.
- Penulis: Ainu