PT SEC dan PT MI Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Lewat Sosialisasi dan Simulasi
- account_circle Ainu
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (Sambas) – Dalam upaya mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat musim kemarau panjang tahun 2026, PT Sarana Esa Cita (SEC) dan PT Mulia Indah (MI) menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan serta simulasi pemadaman Karhutla di area perkebunan perusahaan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung pada periode Juni hingga September 2026.
Manager Humas PT SEC dan PT MI, Rudi Chandra, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pencegahan Karhutla secara terpadu dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesiapan bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya saat memasuki musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat,” ujar Rudi Chandra.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PerkimLH), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Forkopimcam, hingga pemerintah desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, PT SEC dan PT MI juga menggandeng Manggala Agni serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberikan pemaparan materi mengenai langkah-langkah pencegahan, penanganan dini, serta strategi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Selain sesi sosialisasi, kegiatan turut diisi dengan simulasi pemadaman kebakaran lahan yang diperagakan langsung oleh tim pemadam kebakaran perusahaan. Simulasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis serta koordinasi lapangan dalam menghadapi situasi darurat Karhutla.
Rudi Chandra menambahkan, sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan guna meminimalisir risiko kebakaran lahan yang dapat berdampak luas terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
“Pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama dan kepedulian seluruh elemen agar lingkungan tetap terjaga dan terhindar dari bencana kebakaran,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta yang hadir. Diharapkan melalui sosialisasi dan simulasi tersebut, seluruh pihak semakin siap dan sigap menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau tahun ini.
- Penulis: Ainu