Bawa Sajam dan Viral di Medsos, Belasan Remaja di Sambas Jalani Pembinaan
- account_circle Ainu
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Aksi sekelompok remaja yang membawa senjata tajam (sajam) di kawasan Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB) dan viral di media sosial berakhir di tangan aparat kepolisian.
Kurang dari sehari setelah video tersebut ramai diperbincangkan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sambas berhasil mengamankan 18 remaja yang diduga terlibat beserta tiga bilah senjata tajam.
Pengamanan dilakukan pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di wilayah Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas. Langkah cepat itu merupakan respons Polres Sambas terhadap informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait dugaan aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo, melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono mengatakan, penyelidikan dilakukan segera setelah video tersebut beredar luas di media sosial.
“Setelah menerima informasi mengenai video yang viral di media sosial, Satreskrim melalui unit lidik segera melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan 18 remaja yang diduga merupakan kelompok dalam video tersebut beserta tiga senjata tajam,” ujar AKP Sadoko.
Selain mengamankan para remaja, polisi juga memanggil orang tua maupun wali mereka. Dalam proses tersebut, para remaja diberikan pembinaan dan edukasi mengenai konsekuensi hukum dari tindakan yang dilakukan. Mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.
“Setelah seluruh rangkaian pembinaan selesai, para remaja diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing dalam keadaan sehat. Sementara tiga bilah senjata tajam yang diamankan dijadikan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
AKP Sadoko menegaskan, peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam perilaku yang melanggar hukum. Karena itu, orang tua diminta lebih aktif mengawasi aktivitas anak, terutama saat berada di luar rumah maupun ketika menggunakan media sosial.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk bersama-sama mengawasi dan membimbing anak-anak agar tidak terlibat dalam aksi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Polres Sambas akan terus melakukan langkah preventif dan penegakan hukum demi menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Sambas,” tegasnya.
Polres Sambas menegaskan akan terus mengambil tindakan terhadap setiap aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.
Di sisi lain, terhadap pelaku yang masih berusia remaja, kepolisian tetap mengedepankan pendekatan pembinaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sebagai upaya memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri sekaligus mencegah terulangnya perbuatan serupa.
- Penulis: Ainu
