Karhutla Sambas Jadi Perhatian, Keselamatan Pekerja dan Pencegahan Terus Diperkuat
- account_circle Ainu
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kalimantan Barat, H. Subhan Nur.
Ia menilai, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan upaya pemadaman.
Menurutnya, pencegahan harus diperkuat karena karhutla terus terjadi setiap tahun, terlebih saat kondisi cuaca panas dan curah hujan rendah.
“Kalau hanya sekadar pemadaman karhutla yang dilakukan, saya rasa tidak akan berhasil. Kondisi ini boleh dikatakan setiap tahun terjadi. Kalau tanpa hujan yang turun, tidak akan mungkin mudah memadamkan api,” ujar Subhan Nur.
Di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, ia juga meminta perusahaan perkebunan lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan para pekerja.
“Kepada perusahaan-perusahaan perkebunan, saya minta supaya mereka juga menjaga kesehatan dan keselamatan karyawannya,” tegasnya.
Ia mengimbau perusahaan menyediakan dan mewajibkan penggunaan masker, khususnya bagi pekerja yang tetap beraktivitas di luar ruangan, serta memberikan fasilitas kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, PT Perkebunan Anak Negeri Pasaman (PT PANP) dan PT Sentosa Asih Makmur (PT SAM) menyatakan telah memperketat penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi seluruh karyawan.
Asisten Social Security License (SSL) PT PANP dan PT SAM, Abdul Rahman, mengatakan kondisi cuaca dan kesehatan pekerja selalu menjadi perhatian dalam briefing setiap pagi.
“Setiap pagi kita sampaikan kondisi cuaca dan mengingatkan karyawan untuk menjaga kesehatan. Prinsip kita lebih baik mencegah daripada mengobati,” katanya.
Perusahaan juga membagikan masker melalui klinik kebun, asisten lapangan hingga mandor, serta mewajibkan pekerja menggunakan alat pelindung diri sesuai dengan jenis pekerjaannya.
Selain melindungi pekerja, PT PANP dan PT SAM turut memperkuat upaya pencegahan karhutla melalui sosialisasi kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Masyarakat yang masuk ke kawasan perusahaan diingatkan agar tidak membuat api sembarangan, tidak membakar lahan, serta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.
“Kita bekerja sama dengan kepala desa dan camat untuk sama-sama mengimbau warga. Kalau membuka lahan, sebisa mungkin jangan lagi menggunakan sistem bakar,” jelas Abdul Rahman.
Perusahaan juga telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional sebagai bagian dari kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat di tengah kabut asap.
Dengan langkah perlindungan pekerja dan penguatan pencegahan tersebut, diharapkan risiko karhutla maupun dampak kabut asap terhadap masyarakat dan pekerja dapat diminimalkan.
- Penulis: Ainu
