Antisipasi Karhutla, Sumur Bor Disiapkan di Desa Batu Makjage
- account_circle Ainu
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), jajaran Polres Sambas terus memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan di wilayah hukum Polsek Tebas.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyediakan sumber air alternatif melalui pembuatan sumur bor di wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan Karhutla.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Tebas IPTU Eko Zaenudin, di Dusun Tiga Serumpun RT 10/RW 05, Desa Batu Makjage, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Sabtu (5/9/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi dini untuk memastikan tersedianya sumber air yang dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Tebas didampingi personel Polsek Tebas sekaligus mengikuti langsung proses pembuatan sumur bor. Kehadiran personel di lapangan juga bertujuan agar mereka mengetahui titik lokasi serta keberadaan sumber air yang nantinya dapat digunakan dalam penanganan Karhutla.
Keberadaan sumber air dinilai sangat penting, terutama ketika kebakaran terjadi di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Dengan tersedianya sumber air alternatif, proses pemadaman diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Proses pembuatan sumur bor dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari penentuan lokasi dan titik pengeboran, pencarian sumber air tanah, proses pengeboran, pemasangan pipa casing, penyedotan dan pengecekan ketersediaan air, hingga pembuatan box control.
Kapolsek Tebas IPTU Eko Zaenudin mengatakan, pembangunan sumur bor merupakan bagian dari langkah preventif dalam menghadapi potensi Karhutla.
“Kita tidak hanya melakukan penanganan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga mempersiapkan sarana pendukung sejak awal. Salah satunya dengan memastikan adanya sumber air yang dapat digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi Karhutla,” jelas IPTU Eko.
Menurutnya, kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini, terutama dengan memetakan lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran serta menyiapkan sarana pendukung di lapangan.
“Dengan adanya sumur bor ini, kita berharap ketika terjadi kebakaran, sumber air sudah tersedia dan bisa dimanfaatkan untuk membantu proses pemadaman. Jadi kita tidak menunggu api membesar baru mencari sumber air,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh personel dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran semua pihak. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan dan segera memberikan informasi apabila menemukan adanya titik api,” katanya.
Kapolsek kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga lingkungan bersama. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum api meluas,” pesannya.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Desa Batu Makjage, Albert, yang mewakili masyarakat setempat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polri, khususnya Polsek Tebas, atas pembangunan sarana sumber air tersebut.
Albert mengatakan, keberadaan sumur bor tersebut tidak hanya menjadi sarana pendukung dalam menghadapi Karhutla, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi.
“Kami masyarakat Desa Batu Makjage mengucapkan terima kasih kepada Polsek Tebas yang telah membantu menyediakan sumur bor ini. Tentunya ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi musim kemarau dan potensi Karhutla,” ungkap Albert.
Ia berharap sarana tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat bersama pihak terkait.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas ini. Mudah-mudahan dengan adanya sumber air ini, apabila terjadi kebakaran, kita bisa lebih cepat melakukan penanganan,” tambahnya.
Upaya pencegahan seperti ini diharapkan dapat terus diperkuat melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah, masyarakat dan seluruh pihak terkait, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini.
- Penulis: Ainu
