Bupati Satono Hadiri Perayaan Waisak Bersama, Tegaskan Pentingnya Kerukunan Umat Beragama
- account_circle Admin Seputar Kalbar
- calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
- comment 0 komentar
Seputar Kalbar (SAMBAS) – Suasana penuh kedamaian dan suka cita menyelimuti Gedung Glori Jawai pada Sabtu, 13 Juni 2026. Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk menghadiri Perayaan Waisak Bersama ke-4 tingkat Kabupaten Sambas dalam rangka memperingati Tri Suci Waisak 2570 BE/2026.
Kemeriahan acara semakin terasa saat Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., tiba di lokasi. Kedatangannya disambut hangat dan penuh antusias oleh masyarakat yang telah hadir sejak pagi.
Bupati Satono hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, jajaran Kepala OPD, unsur Forkopimda, serta Anggota DPR RI Daniel Johan.
Dalam sambutannya, Bupati Satono menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah dan Forkopimda merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun keyakinan.
“Hari ini, atas nama Pemerintah Kabupaten Sambas, saya memandang ini merupakan momentum yang sangat strategis untuk merajut ukhuwah dan mempererat tali persaudaraan di antara kita semua. Kita bisa melihat bahwa yang hadir di sini tidak hanya umat Buddha, tetapi juga masyarakat dari berbagai latar belakang,” ujar Satono.
Ia menambahkan, kerukunan yang tercipta dalam perayaan tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Sambas merupakan daerah yang aman, tertib, damai, dan kondusif.
Perayaan Waisak tahun 2026 di Kecamatan Jawai menjadi pelaksanaan keempat tingkat Kabupaten Sambas. Agenda tahunan ini sebelumnya juga telah sukses diselenggarakan secara bergiliran di Kecamatan Sambas dan Kecamatan Tebas sebagai upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama.
Sebagai penutup rangkaian acara, Bupati Satono bersama Anggota DPR RI Daniel Johan menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut disambut dengan penuh rasa syukur oleh para penerima.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran pemerintah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat sebagai simbol kebersamaan, persatuan, dan kerukunan yang terus terjaga di Kabupaten Sambas.
- Penulis: Admin Seputar Kalbar
