Dinkes Sintang: Belum Ada Kasus Positif Campak, Delapan Warga Berstatus Suspek
- account_circle Reza
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SINTANG) – Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus positif campak. Meski demikian, sebanyak delapan warga terdeteksi sebagai suspek dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sintang, Haryono Linoh, mengatakan para suspek tersebut tersebar di beberapa fasilitas layanan kesehatan. Rinciannya, lima orang berasal dari Puskesmas Tanjung Puri, satu dari rumah sakit umum daerah, serta masing-masing satu orang dari wilayah Tempunak dan Tayan.
“Untuk campak di Kabupaten Sintang sampai hari ini belum ada yang dinyatakan positif. Namun, yang dicurigai sudah ada beberapa, total sekitar delapan orang,” ujarnya.
Ia menegaskan, status suspek belum tentu menunjukkan hasil positif karena masih menunggu hasil uji laboratorium. Sampel darah pasien telah dikirim ke Pontianak dan akan diperiksa lebih lanjut di Jakarta.
“Suspek itu bisa jadi positif atau negatif, tergantung hasil pemeriksaan darah di laboratorium. Saat ini kita masih menunggu hasil dari pusat,” jelasnya.
Secara medis, campak merupakan penyakit infeksi virus dengan gejala awal seperti demam tinggi, batuk, pilek, sakit tenggorokan, mata merah, hingga muncul bercak merah di tubuh. Namun, bercak merah tidak selalu menandakan campak karena bisa juga disebabkan alergi atau penyakit kulit lainnya. Untuk memastikan diagnosis, diperlukan pemeriksaan laboratorium.
Dalam hal penanganan, Dinkes menekankan pentingnya langkah pencegahan, terutama melalui imunisasi. Campak diketahui rentan menyerang balita, sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi.
“Silakan orang tua membawa anak ke posyandu untuk imunisasi campak,” imbaunya.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan diri, rutin mencuci tangan, serta menggunakan masker, mengingat penularan campak dapat terjadi melalui percikan air liur.
Dinkes juga mengingatkan bahwa campak berpotensi menimbulkan komplikasi serius, seperti infeksi paru, radang otak, hingga diare berat yang dapat berujung fatal, terutama pada kelompok rentan seperti balita.
Sebagai langkah pencegahan penularan, warga yang berstatus suspek diminta melakukan isolasi sementara hingga hasil pemeriksaan keluar.
“Selama masih dicurigai, sebaiknya melakukan isolasi agar tidak menularkan ke orang lain,” pungkasnya.
- Penulis: Reza