Polres Sambas Perkuat Sinergi Cegah Karhutla Hadapi Ancaman Kemarau Panjang
- account_circle Ainu
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Polres Sambas menggelar kegiatan tatap muka bertajuk “Ngobrol Bersama Kapolres Wujudkan Teluk Keramat dan Tangaran Bebas Karhutla” sebagai upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini.
Kegiatan yang berlangsung di Cafe GW, Desa Sungai Serabek, Kecamatan Teluk Keramat, Selasa (9/6), dihadiri Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sambas Lerry Kurniawan Figo, unsur Forkopimcam Teluk Keramat dan Tangaran, BPBD Kabupaten Sambas, Manggala Agni, TNI-Polri, para kepala desa, serta perwakilan Masyarakat Peduli Api (MPA) dari 12 desa rawan karhutla.
Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi meningkat akibat fenomena El Nino.
“Setiap musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan selalu menjadi perhatian serius. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kebakaran dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat kabut asap, terganggunya aktivitas masyarakat, serta kerugian ekonomi yang tidak sedikit,” ujar Wahyu.
Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Langkah yang paling tepat saat ini adalah pencegahan. Peran masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya karhutla sejak dini,” katanya.
Kapolres juga mengapresiasi keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang selama ini berperan aktif dalam mendeteksi dan menangani kebakaran pada tahap awal. Ia juga menilai para Bhabinkamtibmas telah berkontribusi melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
AKBP Wahyu meminta para kepala desa terus meningkatkan sosialisasi, memasang imbauan di lokasi rawan, mengaktifkan kelompok siaga, serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, segera melaporkan jika menemukan titik api atau asap, menjaga lahan di sekitar tempat tinggal, mendukung patroli petugas, serta mengaktifkan kembali budaya gotong royong dalam menjaga lingkungan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sambas Lerry Kurniawan Figo mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam pencegahan karhutla. Ia juga mengungkapkan pihaknya telah mengusulkan bantuan pompa air untuk desa-desa yang masuk kategori rawan kebakaran.
“Pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak, termasuk dukungan sarana dan prasarana yang memadai bagi desa-desa rawan,” kata Lerry.
Camat Teluk Keramat, Nasrullah, mengingatkan bahwa fenomena El Nino diprediksi berlangsung pada Juli hingga September. Karena itu, pemerintah desa diminta mengoptimalkan forum-forum masyarakat untuk menyosialisasikan larangan membuka lahan dengan cara membakar.
“Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar risiko kebakaran dapat diminimalkan sejak awal,” ujarnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sambas, Nisa Azwarita, mengatakan musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.
“Kami meminta para kepala desa aktif memantau perkembangan melalui aplikasi Sipongi dan segera melaporkan jika terdapat indikasi titik api di wilayah masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Kadaops Manggala Agni IX Wilayah Singkawang, Yuyu Wahyudi, menekankan pentingnya edukasi kepada kelompok tani terkait dampak kemarau panjang.
“Selain risiko kebakaran, kemarau panjang juga berpotensi menyebabkan kekeringan dan gagal panen. Karena itu, langkah antisipasi harus disiapkan sejak sekarang,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah kepala desa menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan sarana pemadaman, sulitnya akses air saat terjadi kebakaran, hingga perlunya normalisasi kanal di kawasan lahan gambut.
Menanggapi hal tersebut, BPBD menyatakan siap memberikan dukungan penanganan, termasuk mengusulkan bantuan pemadaman udara melalui helikopter water bombing apabila terjadi kebakaran dalam skala besar.
Di akhir kegiatan, Kapolres Sambas menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI, pemerintah desa, serta perusahaan swasta dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kabupaten Sambas.
“Kami juga akan mendorong perusahaan swasta untuk melengkapi sarana dan prasarana penanganan karhutla. Jika ditemukan titik api, Polres dan Polsek jajaran siap turun langsung membantu pemadaman di lapangan,” pungkasnya.
- Penulis: Ainu
