Hadapi Ancaman Karhutla, Bengkayang Diperkuat Satu Pleton Brimob
- account_circle Ainu
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (BENGKAYANG) – Upaya memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkayang terus dilakukan. Polres Bengkayang, Polda Kalimantan Barat, kini mendapat tambahan kekuatan sebanyak 30 personel Korps Brimob Polri.
Satu pleton personel Brimob tersebut tergabung dalam Satgas Aman Nusa II Penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Barat dan akan memperkuat jajaran Polres Bengkayang dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Kedatangan personel BKO Brimob disambut langsung oleh Kapolres Bengkayang, AKBP Syahirul Awab, melalui apel penerimaan yang digelar di halaman Mapolsek Sungai Raya, Rabu (26/8/2026) sore.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Syahirul menyampaikan selamat datang kepada seluruh personel Brimob yang akan menjalankan tugas di wilayah hukum Polres Bengkayang.
“Selamat datang di Bumi Sebalo. Kehadiran rekan-rekan Brimob tentunya akan memperkuat kita bersama dalam menghadapi dan menangani Karhutla di wilayah Kabupaten Bengkayang,” ujar AKBP Syahirul.
Sebanyak 30 personel tersebut selanjutnya disebar ke tiga rayon untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat mobilisasi apabila ditemukan titik api maupun terjadi kebakaran.
Rayon I – Diperkuat lima personel, dengan wilayah meliputi Kecamatan Bengkayang, Lumar, Teriak, Sungai Betung dan Suti Semarang.
Rayon II – Mendapat tambahan 15 personel, mencakup Kecamatan Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan, Capkala, Monterado, Lembah Bawang dan Samalantan.
Rayon III – Diperkuat 10 personel yang ditempatkan untuk wilayah Kecamatan Ledo, Tujuh Belas, Sanggau Ledo, Siding, Seluas dan Jagoi Babang.
Kapolres Bengkayang mengatakan, pola penempatan berdasarkan rayonisasi tersebut menjadi bagian dari strategi mempercepat respons personel di lapangan.
“Kita akan bersama-sama melakukan penanganan Karhutla dan melakukan pemadaman api. Dengan adanya tambahan personel ini, respons di lapangan diharapkan bisa semakin cepat,” katanya.
Namun, tugas personel Brimob tidak hanya berfokus pada pemadaman. Mereka juga akan memperkuat patroli, pencegahan, pemantauan wilayah rawan, hingga penanganan apabila ditemukan dugaan tindak pidana dalam peristiwa Karhutla.
Menurut Kapolres, penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur. Pencegahan harus menjadi langkah utama, sementara kesiapan personel menjadi kunci ketika kebakaran terjadi.
“Kita harus bergerak bersama. Pencegahan tetap menjadi langkah utama, namun ketika terjadi kebakaran, seluruh personel dan unsur terkait harus siap bergerak cepat untuk melakukan penanganan,” tegasnya.
Dengan tambahan 30 personel Brimob ini, diharapkan penanganan Karhutla dapat semakin optimal. Sistem rayonisasi juga diharapkan mampu mempercepat pergerakan personel menuju lokasi kejadian, sehingga potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
Kolaborasi, kecepatan, dan kesiapsiagaan menjadi kekuatan utama dalam menjaga wilayah Bengkayang dari ancaman Karhutla.
- Penulis: Ainu
