Breaking News
light_mode
Beranda » KALBAR » Cegah Karhutla, PT PANP dan PT SAM Gencarkan Program DMPG di Galing dan Sejangkung

Cegah Karhutla, PT PANP dan PT SAM Gencarkan Program DMPG di Galing dan Sejangkung

  • account_circle Ainu
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat di Kabupaten Sambas. PT Perkebunan Anak Negeri Pasaman (PT PANP) bersama PT Sentosa Asih Makmur (PT SAM) menggelar sosialisasi program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) di wilayah Kecamatan Galing dan Kecamatan Sejangkung.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem gambut sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan sejak dini.

Di Kecamatan Galing, sosialisasi DMPG digelar di Aula Kantor Desa Ratu Sepudak, Kamis (28/8/2026) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran manajemen PT PANP dan PT SAM, Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove (BPEGM) Pontianak, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Sambas, unsur TNI/Polri, Pemerintah Kecamatan Galing, Pemerintah Desa Ratu Sepudak, Satgas Desa Kecamatan Galing, tokoh masyarakat, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur terkait lainnya.

Sekretaris Kecamatan Galing, Permadi, mengapresiasi langkah PT PANP dan PT SAM yang turut berperan dalam pelaksanaan program DMPG.

Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan langkah positif dalam mempercepat upaya pencegahan dan penanganan karhutla, terlebih dampak kabut asap akibat kebakaran dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

“Kami dari pihak kecamatan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PT PANP dan PT SAM melalui program DMPG ini. Upaya seperti ini sangat positif dalam percepatan penanganan karhutla,” ujar Permadi.

Ia mengatakan, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat, salah satunya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan kabut asap.

Permadi juga mengapresiasi kepedulian perusahaan terhadap masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi warga.

Sementara itu, Safari dari BPEGM Pontianak menjelaskan bahwa Kabupaten Sambas memiliki kawasan gambut yang membutuhkan perhatian serius dalam upaya pencegahan karhutla.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai karakteristik lahan gambut dan tanah mineral, termasuk pentingnya memahami aturan terkait pembukaan lahan dengan cara membakar.

Menurut Safari, masih terdapat kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai kearifan lokal dan pembakaran lahan. Karena itu, edukasi dinilai penting agar masyarakat memahami aturan dan batasan yang berlaku.

“Harapannya melalui kegiatan ini dapat mengubah pola pikir masyarakat. Masih ada masyarakat yang menggunakan cara membakar dalam membuka lahan, sehingga perlu diberikan pemahaman mengenai aturan dan perbedaan antara lahan gambut dengan tanah mineral,” jelasnya.

Ia menegaskan, kebakaran di lahan gambut memiliki risiko lebih besar karena api dapat menjalar hingga ke bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan.

“Kalau lahan gambut terbakar, penanganannya tidak mudah karena api bisa menyebar di bawah permukaan. Karena itu, pencegahan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Safari berharap program DMPG mampu meningkatkan kesadaran bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun perusahaan, tetapi merupakan tugas bersama.

Hal senada disampaikan perwakilan Dinas Perkim LH Kabupaten Sambas, Surianto. Ia mengapresiasi kerja sama PT PANP dan PT SAM dengan masyarakat serta berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat terus diperkuat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan yang sudah bekerja sama dengan masyarakat. Sinergi seperti ini sangat penting dalam upaya pencegahan karhutla,” ujar Surianto.

Sementara itu, Asisten Social Security License (SSL) PT PANP dan PT SAM, H. Abdul Rahman, mengatakan sosialisasi DMPG merupakan bagian dari langkah perusahaan dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Menurutnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Kecamatan Sejangkung.

“Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Kecamatan Galing dan sebelumnya juga sudah dilaksanakan di Kecamatan Sejangkung. Ini merupakan bentuk upaya kami dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan,” kata Abdul Rahman.

Di Kecamatan Sejangkung, kegiatan DMPG mendapat apresiasi dari Camat Sejangkung, Ghafar Satyagraha. Ia menyambut baik program yang dilaksanakan perusahaan bersama pemerintah dan masyarakat sebagai upaya menjaga lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla.

Camat menilai kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Kegiatan di Sejangkung juga dihadiri BPEGM melalui Syafari dan Heriansyah dalam agenda BPEGM Safari. Selain itu, turut hadir perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Surya Suprianto dan Siti Ahsya, serta sejumlah kepala desa di wilayah Kecamatan Sejangkung.

Di antaranya Kepala Desa Semanga Mujian, Kepala Desa Sendoyan Fitri Arvianti, dan Kepala Desa Senujuh Karnawan.

Dari pihak perusahaan turut hadir Askep PT PANP dan PT SAM, Romario, bersama Asisten SSL Abdul Rahman. Sementara koordinator sosialisasi, Nizza dan Wahyuni, turut memastikan kegiatan berjalan dengan baik.

Melalui pelaksanaan program DMPG di Kecamatan Galing dan Sejangkung, PT PANP dan PT SAM mendorong terbentuknya kesadaran bersama di tingkat desa dalam menjaga lahan gambut dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla.

Kolaborasi perusahaan, pemerintah, BPEGM, DLH, aparat, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan secara berkelanjutan, sehingga penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi dimulai melalui edukasi, kepedulian dan kesiapsiagaan sejak dini.

  • Penulis: Ainu
expand_less