Breaking News
light_mode
Beranda » KALBAR » Di Ujung Pengabdian, AKBP Wahyu Jati Wibowo Tinggalkan Sambas dengan Pelukan dan Air Mata

Di Ujung Pengabdian, AKBP Wahyu Jati Wibowo Tinggalkan Sambas dengan Pelukan dan Air Mata

  • account_circle Ainu
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Seputar Kalbar (SAMBAS) – Tak ada suara yang benar-benar mampu memecah keheningan siang itu. Hanya derap langkah yang terdengar pelan di bawah barisan Pedang Pora, sementara puluhan pasang mata mengiringi setiap jejak seorang komandan yang untuk terakhir kalinya meninggalkan Markas Polres Sambas. Senin, 3 Agustus 2026, menjadi hari yang sarat haru bagi keluarga besar Polres Sambas ketika AKBP Wahyu Jati Wibowo mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Sambas.

Perpisahan itu bukan sekadar pergantian jabatan. Bagi banyak personel, momen tersebut menjadi penutup perjalanan kebersamaan yang telah terjalin selama kurang lebih satu tahun empat bulan. Dalam kurun waktu itu, berbagai tantangan, dinamika tugas, hingga suka dan duka dijalani bersama.

Prosesi diawali dengan penyambutan Kapolres Sambas yang baru, AKBP Sanny Handityo bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sambas, Ny. Zabrina Sanny, melalui tradisi adat Melayu Sambas. Di gerbang Mapolres, AKBP Wahyu Jati Wibowo bersama Ny. Thia Wahyu menyambut penerusnya dengan penuh kehangatan.

Momen sederhana itu menjadi simbol estafet kepemimpinan yang akan terus berlanjut. Senyum dan jabat tangan yang saling diberikan seakan menegaskan bahwa sebuah amanah akan selalu diteruskan demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selanjutnya, kedua pejabat mengikuti apel pengarahan, menerima Laporan Satuan (LapSat), serta berfoto bersama seluruh personel. Namun, seluruh rangkaian kegiatan tersebut seolah hanya menjadi pengantar menuju prosesi yang paling menyentuh, yakni Tradisi Pedang Pora.

Sekitar pukul 13.00 WIB, suasana berubah semakin khidmat. AKBP Sanny Handityo mengalungkan syal kepada AKBP Wahyu Jati Wibowo sebagai simbol penghormatan atas pengabdian yang telah diberikan selama memimpin Polres Sambas.

Didampingi sang istri, Ny. Thia Wahyu, AKBP Wahyu kemudian melangkah perlahan melewati barisan Pedang Pora. Di kanan dan kiri, pedang-pedang terangkat membentuk lorong kehormatan, mengiringi perjalanan terakhir seorang pemimpin meninggalkan kesatuan yang selama ini dipimpinnya.

Usai melewati Pedang Pora, satu per satu personel menghampiri untuk berjabat tangan. Genggaman yang erat, pelukan hangat, serta tatapan mata yang berkaca-kaca menjadi bahasa yang tak memerlukan kata-kata. Beberapa anggota tampak berusaha menahan air mata, sementara yang lain hanya mampu mengucapkan doa dan salam perpisahan.

Dalam pengarahan terakhirnya, AKBP Wahyu Jati Wibowo tidak memilih menceritakan keberhasilan maupun pencapaian selama memimpin. Ia justru menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh personel yang telah mendukung setiap pelaksanaan tugas.

“Kurang lebih satu tahun empat bulan kita menghadapi banyak dinamika. Namun karena dukungan seluruh jajaran, semua tugas dapat kita laksanakan dan selesaikan dengan baik,” ujarnya.

Di penghujung sambutannya, suasana semakin emosional ketika ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota apabila selama memimpin masih terdapat kekurangan maupun kebijakan yang belum memenuhi harapan.

“Tentunya sebagai Kapolres Sambas masih banyak kekurangan. Mungkin ada kebijakan yang dirasa belum tepat, belum akurat atau bahkan melukai hati rekan-rekan. Secara pribadi saya mohon maaf dari hati yang paling dalam,” ucapnya dengan suara tenang.

Kalimat sederhana itu seketika membuat suasana semakin hening. Bagi para personel, ucapan tersebut bukan sekadar formalitas dalam sebuah acara perpisahan, melainkan ungkapan tulus dari seorang pemimpin yang ingin meninggalkan kesatuannya tanpa menyisakan beban di hati siapa pun.

Sementara itu, Kapolres Sambas yang baru, AKBP Sanny Handityo, mengajak seluruh jajaran untuk menjaga kekompakan, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ia juga mengingatkan seluruh personel agar terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menghindari setiap bentuk pelanggaran yang dapat mencederai nama baik institusi Polri.

Ketika seluruh rangkaian prosesi usai, kendaraan yang membawa AKBP Wahyu Jati Wibowo perlahan bergerak meninggalkan halaman Mapolres Sambas. Barisan personel tetap berdiri tegak memberikan penghormatan terakhir. Lambaian tangan terus mengiringi hingga kendaraan itu perlahan menghilang dari pandangan.

Hari itu, yang berakhir bukan sekadar masa jabatan seorang Kapolres. Yang berakhir adalah satu babak perjalanan pengabdian yang telah diukir bersama seluruh keluarga besar Polres Sambas.

Jejak kepemimpinan boleh saja ditinggalkan, tetapi keteladanan, kebersamaan, dan kenangan yang telah dibangun akan tetap hidup dalam ingatan mereka yang pernah berjalan bersamanya.

Mengiringi langkah pengabdian di tempat yang baru, doa terbaik terus dipanjatkan. Semoga AKBP Wahyu Jati Wibowo senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kelancaran, keberkahan, dan kesuksesan dalam mengemban amanah sebagai Kasubbag Renstra Bagren Rojianstra SSDM Polri.

Semoga Ny. Thia Wahyu beserta keluarga juga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, keselamatan, serta keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.

Selamat bertugas di tempat yang baru, Komandan. Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan keteladanan yang telah diberikan untuk Polres Sambas. Meski kini langkah pengabdian berlanjut di tempat yang berbeda, kenangan tentang kepemimpinan dan kebersamaan akan tetap hidup di hati keluarga besar Polres Sambas.

  • Penulis: Ainu
expand_less