Gubernur Ria Norsan Dorong Transformasi Iain Pontianak Lahirkan SDM Unggul dan Berkarakter
- account_circle Alfarizi
- calendar_month Kam, 17 Sep 2026
- comment 0 komentar

Seputar Kalbar (PONTIANAK) – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) XXIII Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Novotel Pontianak, Kamis (17/9/2026).
Kehadiran Gubernur disambut Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, S.Ag., M.Ag., jajaran senat, dosen, civitas akademika, serta para orang tua dan wali wisudawan.
Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan mereka sekaligus menjadi refleksi atas perjuangan panjang para orang tua, keluarga, dosen, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademik para wisudawan.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia juga memberikan penghormatan kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan, pengorbanan, dan kesabaran selama proses pendidikan anak-anak mereka.
“Apapun nanti, jadi apapun anak-anakku sekalian, jangan lupakan jasa orang tua kalian. Karena kalau tidak ada orang tua, kalian tidak akan melihat dunia ini. Insya Allah, kalau kalian patuh dengan orang tua, kalian akan selamat dunia dan akhirat,” ujar Gubernur Ria Norsan.
Selain menghormati orang tua, Gubernur mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjunjung tinggi adab dan menghormati para guru serta dosen yang telah membimbing mereka selama menempuh pendidikan.
Menurutnya, dosen merupakan orang tua kedua bagi mahasiswa dalam proses menimba ilmu dan membentuk karakter.
“Orang yang menghormati gurunya dan dosennya, insya Allah ilmu yang diterimanya akan menjadi berkah di dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini,” pesannya.
Gubernur juga menekankan pentingnya menyatukan ilmu pengetahuan dengan keimanan. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan akhlak, moral, dan nilai-nilai keagamaan agar ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ria Norsan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mendukung proses transformasi IAIN Pontianak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
“Saya berharap transformasi kelembagaan ini dinilai bukan sekadar perubahan status administratif belaka, melainkan sebuah lompatan besar untuk melahirkan sumber daya manusia yang luas ilmunya, kuat nilainya, matang dalam berpikir, serta peduli terhadap masyarakat,” tambahnya.
Gubernur menyampaikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pembangunan Kalimantan Barat. Hal tersebut sejalan dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar yang pada tahun 2025 mencapai 72,09, meningkat dari 71,19 pada tahun sebelumnya.
“Saya kira capaian positif ini harus terus didorong melalui peningkatan akses dan mutu pendidikan tinggi, di mana perguruan tinggi Islam negeri memegang peranan krusial sebagai pilar pencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gubernur berpesan kepada para wisudawan agar tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan kapasitas diri atau menerapkan prinsip lifelong learning.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin cepat, dinamika dunia kerja, serta kompleksitas persoalan masyarakat menuntut generasi muda untuk terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, dan melahirkan inovasi.
“Jadi anak-anakku sekalian, jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu. Karena ilmu itu tidak ada habisnya. Yang paling penting, ilmu itu juga harus disertai dengan iman. Orang yang berilmu akan diberikan derajat oleh Allah SWT dibandingkan orang yang tidak berilmu,” pungkasnya.
- Penulis: Alfarizi
